-->
  • MAKALAH PSIKOLOGI PENDIDIKAN “PERBEDAAN DALAM BAKAT”

    MAKALAH PSIKOLOGI PENDIDIKAN
    “PERBEDAAN DALAM BAKAT”



    PRODI PENDIDIKAN BIOLOGI
    FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
    UNIVERSITAS JAMBI
    2016

    KATA PENGANTAR
    Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas limpahan rahmat dan karunia-Nya, penulis dapat menyelesaikan makalah dari mata kuliah Evaluasi Proses dan Hasil Belajar Biologi dalam waktu yang telah ditentukan.
    Dalam makalah ini penulis sampaikan informasi mengenai materi “perbedaan-perbedaan dalam bakat” dengan menggunakan literatur dari buku dan internet.
    Dalam menyelesaikan makalah ini penulis banyak mendapat bantuan dari berbagai pihak,  untuk itu penulis ingin mengucapkan terimakasih kepada :
    1. Dosen pengampu mata kuliah Psikologi  pendidikan
    2. Teman-teman prodi pendidikan biologi
    Penulis berharap makalah ini dapat bermanfaat dalam pemberian informasi tentang perbedaan-perbedaan bakat pada peserta didik. Akhir kata semoga makalah  ini dapat bermanfaat bagi kita semua untuk masa sekarang dan masa yang akan datang.

    Jambi, Mei 2016

             Penulis


    BAB I
    PENDAHULUAN
    1.1 LATAR BELAKANG
    Anak adalah titipan Tuhan yang harus kita jaga dan kita didik agar ia menjadi manusia yang berguna dan tidak menyusahkan siapa saja. Secara umum anak mempunyai hak dan kesempatan untuk berkembang sesuai potensinya terutama dalam bidang pendidikan. Namun seringkali kita melihat perkembangan prestasi anak yang ternyata tergolong memiliki bakat istimewa. Setiap individu hendaknya mendapat kesempatan dan pelayanan untuk berkembang secara optimal sesuai dengan kemampuan, kecerdasan, bakat, minatnya, latar belakang dan lingkungan fisik serta sosial masing-masing siswa maka kemajuan belajar siswa yang setingkat (sekelas) mungkin tidak sama. Setiap anak dipercaya memiliki bakat sendiri-sendiri.
    Namun bakat anak ini tidak bisa langsung terlihat begitu saja. Karenanya orang tua harus mengenali dan memahami bakat yang dimiliki anaknya. Dengan memahami bakat anak, akan lebih mudah dan terarah dalam mengembangkannya. Psikologi Pendidikan adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang gejala-gejala kejiwaan terhadap anak didik dalam situasi pendidikan. Psikologi disebut juga dengan ilmu jiwa. Mempelajari Psikologi Pendidikan sangat penting apalagi bagi seorang pendidik, guna supaya terciptanya suatu kondisi belajar yang efektif.Berbicara mengenai Psikologi Pendidikan sangat luas pembicaraannya. Oleh karena itu dalam makalah ini akan dibatasi pada persoalan-persoalan bakat dan hal-hal yang berkaitan dengannya. Mengingat hal tersebut sangat berhubungan erat dalam pembentukan pribadi seseorang.


    1.2  RUMUSAN MASALAH
    Adapun rumusan masalah yang diangkat kali ini adalah :
    1. Apakah yang dimaksud dengan Bakat?
    2. Bagaimanakah keberagaman  bakat Seseorang?
    3. Bagaimana cara Mengembangkan Bakat?
    4. Apa saja yang dapat mempengaruhi perkembangan bakat?


     1.3   TUJUAN PENULISAN
    1. Untuk mengetahui Pengertian Bakat
    2. Untuk mengetahui keberagaman bakat
    3. Untuk mengetahui cara Mengembangkan Bakat
    4. Untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi perkembangan bakat


    BAB II
    PEMBAHASAN
    2.1 Pengertian Bakat
    Bakat didefinisikan sebagai potensi bawaan yang dibawa seseorang sejak ia dilahirkan dan perkembangannya dipengaruhi oleh lingkungan.bakat yang dibawa seseorang sejak ia dilahirkan masih belum berkembang, sehingga perlu diaktualisasikan melalui bantuan proses pendidikan di sekolah. Para guru disekolah perlu mengetahui secara dini tentang bakat yang dimiliki oleh masing-masing anak didiknya sebagai acuan untuk memberikan proses pendidikan yang menunjang perkembangan bakat anak.
    Ada beberapa pendapat tentang bakat, antara lain:
    1)   Bakat adalah kemampuan tertentu yang telah dimiliki seseorang sebagai kecakapan pembawaan. Ungkapan ini sesuai dengan apa yang dikemukakan oleh Ngalim Purwanto (1986:28) bahwa “bakat dalam hal ini lebih dekat pengertiannya dengan kata aptitude yang berarti kecakapan, yaitu mengenai kesanggupan-kesanggupan tertentu”.
    2)   Kartono (1995:2) menyatakan bahwa “bakat adalah potensi atau kemampuan kalau diberikan kesempatan untuk dikembangkan melalui belajar akan menjadi kecakapan yang nyata.”
    3)   Menurut Syah Muhibbin (1999:136) mengatakan “bakat diartikan sebagai kemampuan individu untuk melakukan tugas tanpa banyak bergantung pada upaya pendidikan dan latihan.”
    4)  Menurut Guilford bakat adalah kecakapan yang dimiliki seseorang sejak lahir untuk melakukan sesuatu.
    5)   Menurut Sukardi bakat adalah kualitas yang dimiliki individu yang memungkinkan dirinya dapat berkembang dimasa yang akan datang.
    Teori bakat menurut Gallup Internasional
    Bakat dalam penelitian ini didefinisikan sebagai kombinasi antara bakat alami yang sudah ada sejak lahir, pengetahuan (knowledge), dan kecakapan (skill) yang dapat membentuk kekuatan (strength) pada diri seseorang. Secara umum 34 tema bakat dikelompokkan menjadi 4 kelompok bakat, yaitu Relating Talent (bakat menjalin hubungan), Impacting Talent (bakat mempengaruhi), Striving Talent (bakat untuk motivasi diri), dan Thinking Talent (bakat berpikir).
    A. Relating Talents
    Kelompok bakat ini terdiri dari tema-tema yang umumnya secara efektif menciptakan, membangun, dan mempertahan-kan hubungan. Tema-tema bakat yang sesuai dengan kelompok
    Relating Talent adalah :
    1. Communication (komunikasi), mudah sekali mengung-kapkan apa yang dipikirkan dengan katakata atau tulisan yang mudah dimengerti orang lain. Contoh Tema bakat ini : Pengajar, Sales, Marketing, Humas, Juru bicara, Juru kampanye, Presenter, MC, Pengacara, Layanan pelanggan, Penulis.
    2. Empathy (empati), dapat merasakan perasaan orang lain dengan cara membayangkan dirinya sebagai orang lain tersebut. Contoh Tema bakat ini: Sales, HRD, Guru TK/SD, Juru rawat, Operator Telepon, Psikiater, Dispatcher, Layanan Pelanggan, dan lain sebagainya.
    3. Harmony (penyelaras), dapat bekerja sama secara baik dengan orang lain. Contoh Tema bakat ini: membangun jaringan antara orang-orang dengan cara pandang yang berbeda, Juru Damai, Penasehat.
    4. Includer/Inclusiveness (memberi peran pada semua orang), kecenderungan untuk menerima semua orang dan selalu berusaha agar semua orang mempunyai rasa memiliki kelompok. Contoh Tema bakat ini : Motivator kelompok, Wakil suara-suara yang minoritas, Pemimpin di kelompok dengan latar budaya beragam, Mentor bagi mereka yang baru bergabung didalam organisasi.
    5. Individualization (mengenal masing-masing orang), melihat keunikan dari masing masing orang secara individual bukan secara kelompok. Contoh Tema bakat ini : Manager, Penasihat, Rekrutmen, Supervisor, Pengajar, Penulis artikel tentang manusia, Sales, Novelis, HRD.
    6. Relator (bersahabat), menikmati hubungan yang dekat dengan orang lain secara pribadi. Contoh Tema Bakat ini : Account Sales, Katalisator dalam hubungan kepercayaan, bisa menjadi model peran dalam hubungan kepercayaan.
    7. Responsibility (mempertaruhkan nama baik), secara psikologi merasa berhutang untuk memenuhi apa yang telah dijanjikannya baik terucapkan maupun tidak. Tema bakat ini merupakan salah satu bakat yang sering terdapat pada peran berikut: Account Sales, HSE, Manager, Keuangan, Quality Control, Keamanan.
    B. Impacting Talents
    Tema-tema bakat yang terkandung didalamnya dapat memotivasi orang lain orang lain untuk
    beraksi, bakat-bakat ini mendorong seseorang untuk menyiapkan jalan untuk diikuti oleh seseorang maupun kelompok kemudian membuatnya bergerak sepanjang jalan tersebut. Tema-tema bakat yang sesuai dengan kelompok Impacting Talent adalah :
    1. Command (pengendali), ingin menjadi penanggung jawab dan yang lain kadang melihatnya sebagai ”suka mendesak/ memaksa”. Contoh : Sales, Negosiato, Wartawan, Pengacara, Komandan, HRD, Pembelian.
    2. Competition (suka bersaing), suka mengukur kemajuannya dengan orang lain dan dalam perlombaan selalu berusaha menjadi nomor satu. Contoh : Sales, Pelatih Olahraga .
    3. Developer (pembangun), mendapatkan kepuasan dari melihat setiap kemajuan masing-masing individu. Tema Bakat ini merupakan salah satu bakat yang sering terdapat pada peran berikut: Manajer, Guru, Pelatih, Pembimbing, Petugas sosial.
    4. Maximizer (pelatih-pemain), kecenderungan untuk mempelajari yang terbaik dan membuatnya menjadi lebih baik lagi. Tema Bakat ini merupakan salah satu bakat yang sering terdapat pada peran berikut: peran dimana dia bertugas membantu orang hebat menjadi sukses. Seperti Pelatih tim juara, Manager, Mentor, Guru, Transformational leader.
    5. Positivity (ceria), memiliki antusiasme yang menular dan dapat membuat orang lain terbakar semangatnya. Tema Bakat ini merupakan salah satu bakat yang sering terdapat pada peran berikut: Pengajar, Entertainer, Motivator, Sales, Manager, Enterpreuner atau Leader .
    6. WOO (Winning Others Over) atau keinginan yang sangat kuat untuk mendapat pengakuan dari orang lain dan bekerja sungguh-sungguh untuk mendapat-kannya. Contoh : Duta organisasi, Sales, SPG, Jurkam, Entertainer, telepon Operator, Resepsionis.
    C. Striving Talent
    Bakat-bakat yang terkandung didalamnya digunakan untuk mendorong dirinya menuju hasil, bakat-bakat ini memotivasi dirinya merealisasikan sesuatu kemudian mencari hasil yang lebih baik lagi.Tema-tema bakat yang sesuai dengan kelompok Striving Talent adalah :
    1. Achiever (pekerja keras), punya stamina yang tinggi dan selalu bekerja keras, kepuasan hidupnya timbul dari kesibukan dan dari memberikan hasil. Contoh : Sales, Teknisi proyek, Teknisi lapangan, Pekerja lapangan, Relawan, Petugas SAR.
    2. Activator (mementingkan tindakan), dapat membuat se-suatunya terjadi dengan mengubah pikiran menjadi tindakan. Tema bakat ini merupakan salah satu bakat yang sering terdapat pada peran berikut: usaha-usaha baru atau yang memerlukan perubahan besar, Entrepreuner, Sales.
    3. Adaptability (menyesuaikan diri), melakukan tugas sesuai dengan apa yang diterimanya disaat itu. Peran yang mungkin sesuai: Wartawan, Produksi Live TV, Perawatan gawat darurat, Pelayanan pelanggan, Pemadam kebakaran, Dispatcher.
    4. Belief (pengemban tata nilai), memiliki tata nilai inti tertentu yang tidak pernah berubah. Contoh : Pelayanan pelanggan, CRM, Maintenance, Perawat, Pekerja sosial, Relawan.
    5. Discipline (disiplin), secara spontan menciptakan organisasi, sistim dan prosedur, mereka beresonansi dengan dunia yang teratur. Contoh : Keuangan, Sekertaris, Administrasi, petugas ISO, Kearsipan, Akunting, MIS, Programmer.
    6. Focus (terarah), mengambil arah, mengikutinya, membuat koreksi seperlunya untuk tetap berada dijalur yang benar. Contoh : Project office, Team leader, tugas yang memerlukan fokus.
    7. Restorative (pemulih), kemampuan untuk mengembalikan segala sesuatu ke fungsi aslinya. Contoh: Pengobatan, Konsultan perusahaan, Customer service, Teknisi perbaikan, Terapist, Business Process Reengineering.
    8. Self Assurance (keyakinan diri), memiliki panduan dari dalam dirinya untuk mengatur dirinya sendiri. Contoh Leader, Sales, Legal atau Entrepreuner.
    9. Significance (menonjolkan kekuatan diri), memiliki kebutuhan untuk ditonton sebagai orang yang menonjol di mata orang lain. Contoh : Marketing, presenter, MC, Juru kampanye, Sales.
    D. Thinking Talent
    Bakat-bakat yang terkandung didalamnya melibatkan cara-cara manusia mengumpulkan, memproses, dan membuat keputusan berdasarkan informasi maupun gambaran mental. Tema-tema bakat yang sesuai dengan kelompok Thinking Talent adalah :
    1. Analytical (analitis), mencari alasan dan sebab-sebab. Contoh : Analis, Periset (marketing, keuangan, kesehatan), Manajemen database, Editing, Manajemen risiko, Akunting,
    2. Programmer.Arranger (koordinator), dapat mengorganisir akan tetapi juga memiliki kelenturan yang membantu pengaturannya. Contoh : : Supervisor, Manager, Event organizer, programmer.
    3. Connectedness (pengemban amanah), memiliki keyakinan dalam menjelaskan gejala secara “batin”. Contoh : Konselor, Leader didalam membangun team yang berbeda kelompok atau membantu orang merasa berguna.
    4. Consistency / Fairness (berlaku adil), memiliki bakat untuk melihat “kesamaan” orang. Contoh tema Bakat ini: Hakim, Quantity Surveyor, Petugas Commisioning atau peran yang bisa memiliki kekuatan untuk menyamakan aturan main.
    5. Context (kembali ke asal usul), belajar melalui riset dan studi tentang masa lalu. Contoh tema Bakat ini : Guru sejarah, Arkeolog, Penyusun budaya perusahaan, Hakim.
    6. Deliberative (waspada), berhati-hati, kadang skeptis, memiliki karakter ”melihat sebelum melompat”. Tema bakat ini merupakan salah satu bakat yang sering terdapat pada peran berikut : Pilot, Pemberi saran/advis dan nasehat. Khususnya mungkin cocok untuk urusan legal, membuat kontrak bisnis yang baik atau memastikan kesesuaian dengan peraturan/standar/kode atau juga peran yang terkait dengan masalah keuangan dan atau keamanan.
    7. Futuristic (melihat masa depan), dapat memberikan inspirasi pada rekan lainnya dengan visinya mengenai masa depan. Contoh tema bakat ini : : Entrepreuner ataupun pada situasi usaha awal, Perencana jangka panjang, Visioner, peran didalam membuat visi organisasi, atau Pengembangan produk baru.
    8. Ideation (penggagas), menyukai diskusi kelompok yang bebas dan baik sekali di dalam brainstorming. Contoh tema bakat ini : Marketing, Adpertensi, Wartawan, Perancang atau Pengembang produk baru.
    9. Input (kolektor), hasrat untuk mengetahui lebih jauh dan ingin memperbaiki terus menerus. Contoh tema bakat ini: Pengajar, Periset, Wartawan, Estimator, Petugas arsip.
    10. Intellection (tafakur), suka meneliti, lebih menyukai diskusi intelektual khususnya filosofi. Orang yang memiliki bakat ini disarankan mempertim-bangkan diri untuk mulai atau meneruskan studi dalam philosophy, literatur atau psychology.
    11. Learner (suka belajar), suka ditantang oleh kesempatan belajar. Contoh tema bakat ini : Konsultan (internal atau eksternal), Teknisi TI, programmer, Guru atau Katalisator perubahan.
    12. Strategic (cerdik), dapat melihat pola dari pengalaman dan data, isunya timbul dalam berbagai skenario. Contoh tema bakat ini : Perencana Strategis, Manager, Leader.




    2.2 Keberagaman Bakat
    Bakat adalah kapasitas atau kemampuan khusus/ inherent dalam diri individu yang dibawa sejak lahir dan terkait dengan struktur otak. Istilah bakat terjemahan dari aptitude, merupakan potensi atau kemampuan yang potensial yang perlu dikembangkan atau dilatih. Bakat terkait dengan unjuk kinerja atau penguasaan pola tingkah laku tertentu.
    Menurut Guillford (Syadih,2004:102) Bakat terkait dengan tiga komponen yaitu : intelektual, perceptual dan psikomotorik. Komponen intelektual terdiri dari aspek pengenalan, ingatan, berpikir konvergen, berpikir divergen dan evaluasi. Komponen perceptual meliputi aspek pemusatan perhatian, ketajaman indra, orientasi ruang dan waktu, keluasan dan kecepatanmepersepsi. Komponen psikomotorik terdiri atas aspek : rangsangan, kecepatan dan kekuatan gerak, ketepatan, koordinasi gerakan dan kelenturan. Seseorang yang memiliki bakat pada bidang tertentu akan memenuhi kriteria aspek untuk semua komponen.
    Pada keseharian terdapat tiga istilah yang berhubungan dengan bakat yang perlu memperoleh perhatian dari pendidik. Ketiga istilah adalah bakat, berbakat dan keberbakatan. Istilah bakat merujuk pada kemampuan khusus yang dimiliki individu. Berbakat merujuk pada individu dengan kemampuan yang tinggi pada kemampuan umum (intelegensi) dan kemampuan dalam berbagai bidang khusus.
    Dengan kata lain seseorang dikatakan berbakat karena menunjukkan kecerdasan intelektual yang tinggi, kemampuan menyelesaikan masalah pada berbagai bidang dalam waktu yang cepat, trampil, menunjukkan kinerja dan hasil kerja yang tepat dan akurat, dikerjakan dengan mudah serta menunjukkan harmoni. Keberbakatan merujuk pada konsep kapasitas umum (intelegensi) merupakan kesatuan utuh berbagai kemampuan individu, sehingga pada dasarnya semua individu memiliki kemampuan-kemampuan khusus dalam dirinya tetapi dalam kadar yang berbeda-beda. Setiap individu memiliki keberbakatan dalam berbagai bidang dalam kapasitas yang berbeda atau profile yang berbeda. Individu akan menunjukkan kapasitas atau kemampuan khusus yang tinggi pada satu bidang, individu kita sebut memiliki bakat. Individu dengan kemampuan khusus yang tinggi dalam berbagai bidang atau menunjukkan keunggulan secara umum pada berbagai kapasitas kita sebut berbakat. Contoh : Semua individu memiliki keberbakatan menyanyi dalam tingkat kemampuan yang berbeda. Penyanyi H. Roma Irama memiliki bakat pada bidang menyanyi, tetapi sekaligus merupakan orang berbakat dalam bidang musik karena tidak hanya menyannyi Roma Irama pandai memainkan alat musik, dapat membuat lagu dan mengaransement lagu, dapat memimpin kelompok musik, seorang yang memiliki entreupreneurship dalam bidang seni dan musik, serta trampil berakting Pendidik diharapkan menghargai keberbakatan dan bakat individu, memfasilitasi bakat dan unjuk kemampuan dari kondisi berbakat yang dimiliki individu. Pemahaman terhadap potensi yang dimiliki, upaya penyaluran dan penempatan serta perlakuan yang tepat untuk bakat dan potensi berbakat yang dimiliki membuat individu dan sekolah memperoleh manfaat. Penyaluran potensi bakat dan berbakat yang dimiliki menjadi prestasi membuat individu memiliki persepsi yang positif dan harga diri yang tinggi.

    2.3 Pengembangan minat dan bakat
    Beberapa hal yang perlu dilakukan orang tua, guru atau lingkungan terdekat anak :
    1. Sejak usia dini cermati berbagai kelebihan, ketrampilan dan kemampuan yang tampak menonjol pada anak.
    2. Bantu anak dalam meyakini dan fokus pada kelebihan dirinya.
    3. Kembangkan konsep diri positif pada anak.
    4. Perkaya anak dengan berbagai wawasan, pengetahuan, serta pengalaman di berbagai bidang.
    5. Usahakan berbagai cara untuk meningkatkan minat anak untuk belajar dan menekuni bidang-bidang yang menjadi kelebihannya.
    6. Tingkatkan motivasi anak untuk mengembangkan dan melatih kemampuannya.
    7. Stimulasi anak untuk meluaskan kemampuannya dari satu bakat ke bakat yang lain.
    8. Berikan penghargaan dan pujian untuk setiap usaha yang dilakukan anak.
    9. Sediakan fasilitas atau sarana untuk mengembangkan bakat anak.
    10. Dukung anak untuk mengatasi berbagai kesulitan dan hambatan dalam mengembangkan bakatnya.
    11. Jalin hubungan baik antara orang tua, guru, dengan anak .
    Ada sejumlah langkah yang perlu dilakukan untuk mengembangkan bakat khusus individu, yaitu sebagai berikut :
    1. Mengembangkan situasi dan kondisi yang memberikan kesempatan bagi anak untuk mengembangkan bakat khususnya.
    2. Berupaya menumbuh-kembangkan minat dan motif berprestasi tinggi di kalangan anak remaja, baik dalam lingkungan keluarga maupun sekolah.
    3. Meningkatkan kegigihan dan daya juang pada diri anak dan remaja dalam menghadapi berbagai tantangan dan kesulitan.
    4. Mengembangkan program pendidikan berdiferensi di sekolah guna memberikan pelayanan yang lebih efektif.
    Bila semua aspek di atas dapat terpenuhi, maka pengembangan anak yang mempunyai bakat khusus akan bisa berkembang secara optimal ditambah dengan minat untuk menekuni salah satu bidang yang ia minati , sehingga  memberikan prestasi yang memuaskan terhadap orang tua dalam lingkungan sosial serta lingkungan pendidikan.
    Beberapa usaha yang dapat dilakukan untuk mengetahui bakat pada diri peserta didik ialah dengan melakukan tes bakat pada anak didik dan mengobservasi kemampuan dan keterampilan menonjol yang diperlihatkan anak melalui aktivitas dan perilaku di rumah, disekolah, dan di masyarakat. Sebagai contoh jika guru di sekolah mengamati anak didiknya senang bermain dan belajar dengan angka-angka atau dengan hitungan, maka ini suatu pertanda bahwa anak didik tersebut memiliki bakat angka-angka (bakat) numerical, sehingga bakat tersebut perlu diaktualisasikan dengan merekomendasikan anak tersebut untuk giat belajar matematika, les privat matematika, dan memasuki jurusan matematika pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
    Selain bakat bumerikal yang terdapat pada peserta didik, juga berbagai jenis bakat yang lain dapat dimiliki oleh peserta didik. Misalnya bakat seni, (seni suara, seni musik, seni tari, seni drama, dan lainnya); bakat olaraga seperti sepak bola, tinju, renang, bulu tangkis dan lainnya; bakat intelektual seperti peserta didik yang memiliki potensi akademik yang tinggi dan kemampuan berpikir dan mencari pemecahan masalah kompleks secara intelek. Masih banyak lagi jenis-jenis bakat yang lain, seperti bakat ketatausahaan, bakat mekanik, bakat teknik dan sebagainya
    2.3 Factor yang mempengaruhi perkembangan bakat
    Ada sejumlah factor yang mempengaruhi perkembangan bakat khusus yang secra garis besar dikelompokkan menjadi dua yaitu factor internal dan factor eksternal. Factor internal adalah factor yang berasal dari dalam diri individu . Faktor – faktor tersebut adalah :
    1.      Minat
    2.      Motif Berprestas
    3.      Keberanian mengambil resiko
    4.      Keuletan dalam menghadapi tantangan
    5.      kegigihan atau daya juang dalam mengatasi kesulitan

    Adapun faktor eksternal adalah faktor-faktor yang berasal dari lingkungan individu tumbuh dan berkembang. Faktor – faktor tersebut adalah :
    1.      Kesempatan maksimal untuk mengembangkan diri
    2.      Sarana dan Prasarana
    3.      Dukungan dan dorongan dari orang tua / keluarga
    4.      Lingkungan tempat tinggal
    5.      Pola asuh orang tua
    Individu yang memiliki bakat khusus dan memperoleh dukungan internal maupun eksternal, yaitu memiliki minat yang tinggi terhadap bidang yang menjadi bakat khususnya, memiliki motivasi berprestasi yang tinggi, memiliki daya juang tinggi, dan ada kesempatan maksimal untuk mengembangkan bakat khusus, maka akan muncul kemampuan berprestasi.


    BAB III
    PENUTUP

    A.    Kesimpulan
    1. Bakat didefinisikan sebagai potensi bawaan yang dibawa seseorang sejak ia dilahirkan dan perkembangannya dipengaruhi oleh lingkungan
    2. Keberagaman Bakat pada peserta didik terkait dengan tiga komponen yaitu : intelektual, perceptual dan psikomotorik.
    3. Adapun langkah-langkah dalam Pengembangan minat dan bakat, yaitu:
    Sejak usia dini cermati berbagai kelebihan, ketrampilan dan kemampuan yang tampak menonjol pada anak.
    Bantu anak dalam meyakini dan fokus pada kelebihan dirinya.
    Kembangkan konsep diri positif pada anak dan lain sebagainya
    4. Ada sejumlah factor yang mempengaruhi perkembangan bakat khusus yang secra garis besar dikelompokkan menjadi dua yaitu factor internal (factor yang berasal dari dalam diri individu) dan factor eksternal (faktor-faktor yang berasal dari lingkungan individu tumbuh dan berkembang).

    B.    Saran
    Sebagai seorang mahasiswa pendidikan biologi, sudah seharusnya kita mengetahui mengenai materi bakat dan bagaimana cara melihat bakat peserta didik  karena materi ini sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari dan menjadi salah satu materi yang sangat penting bagi kita sebagai calon guru nantinya. Namun, makalah ini masih perlu perbaikan sehingga informasi yang di peroleh lebih valid.


     DAFTAR PUSTAKA

    Hadis, A . 2008. Psikologi Dalam Pendidikan. Bandung : Alfabeta

    Purwanto, M.Ngalim. 2007. Psikologi Pendidikan. Bandung : PT Remaja Rosdakarya

    Sadli, S. 1986. Inteligensi, Bakat, dan Test IQ. Jakarta: Gaya Favorit Press.

    Syadih S Nana. 2004.  landasan psikologi Pendidikan. Bandung : PT Rosda
    Karya

    Wijaya, J. 1988. Psikologi Bimbingan Cetakan .1. Bandung: PT Eresco



  • You might also like

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar