-->
  • 7 Ucapan Orangtua yang Paling Berdampak Buruk BagiPerkembangan Psikologis Anak


    Anak adalah karunia dan anugerah dari Tuhan yang wajib kita jaga, sayangi, dan juga lindungi. Namun tidak jarang di luar sana banyak orang tua yang terkadang melakukan kekerasan terhadap anaknya sendiri. Kekerasan yang terjadi pada anak bukan hanya kekerasan fisik saja, ada juga kekerasan verbal dan juga emosional. Akan tetapi banyak orang tua yang tidak sadar melakukan kekerasan verbal terhadap anak mereka. Tahukah anda jika berkata kasar terhadap anak anda sudah bisa dikatakan sebagai kekerasan verbal? Iya, berkata kasar, mencemooh anak dan lain-lain merupakan kekerasan verbal. Oleh karena itu sebagai orang tua kita tidak boleh berkata kasar kepada anak-anak kita karena bukan saja hal tersebut termasuk kekerasan verbal, namun bisa saja anak kita mengalami trauma dan lebih parahnya lagi hal tersebut dapat berdampak buruk bagi perkembangan psikologi anak kita nantinya. Oleh sebab itu, berikut di bawah ini adalah ucapan orangtua berdampak buruk bagi perkembangan anak, yang tidak boleh anda ucapkan kepada anak anda.

    1.Jangan Membandingkan Anak dengan Siapapun
    Tanpa disadari masih banyak orang tua yang sering membanding-bandingkan anak mereka dengan orang lain. Tak jarang mereka membandingkan anak mereka dengan adik, kakak, bahkan dengan anak tetangga mereka dan tak jarang juga dengan teman sepermainan anak mereka. Mungkin hal ini terlihat sepele dan bukan masalah besar yang harus diperhatikan, namun hal ini tidak baik untuk dilakukan karena dapat menurunkan rasa percaya diri si anak dan membuat mereka menjadi minder. Terlebih lagi mereka akan merasa rendah diri dan merasa diri mereka tidak sebaik orang-orang yang ada di sekitarnya. Padahal perlu para orang tua sekalian ketahui, rasa percaya diri adalah salah satu modal awal bagi perkembangan psikologis anak hingga dia dewasa nantinya. Maka dari itu, mulai sekarang mari kita dukung dan tingkatkan kepercayaan diri anak kita dengan cara berhenti membanding-bandingkan anak kita dengan orang lain. Biarkanlah mereka tumbuh percaya diri dengan cara mereka sendiri. Terlebih lagi, setiap anak lahir dengan bakat, kekurangan, dan kelebihan masing-masing jadi tidak etis sekali rasanya jika kita membanding-bandingkan mereka dengan orang lain.

    2. Jangan Memarahi Anak Ketika Mereka Jatuh
    Apakah yang kalian lakukan ketika mendapati anak anda terjatuh? Apakah anda langsung menolongnya? Ataukah anda malah langsung memarahinya? Langsung memarahi anak anda ketika terjatuh merupakan salah satu ucapan yang tidak boleh anda lakukan kepada anak anda. Meskipun terkadang anak anda terjatuh karena kecerobohannya sendiri dan juga karena tidak mendengarkan kata-kata anda. Meskipun begitu, ketika anda memarahi anak anda, pasti anak anda akan merasa sakit hati. Oleh karena itu, hal pertama yang anda harus lakukan ketika melihat anak anda terjatuh adalah menunjukkan rasa empati anda terhadap anak anda. Pastikan bahwa anda lebih fokus ke luka anak anda terlebih dahulu dan bagaimana anda bisa memberikan rasa aman dan nyaman bagi anak anda. Baru setelah anak anda merasa aman dan nyaman anda bisa menasehati anak anda. Nasehati anak anda pelan-pelan sehingga apa yang anda sampaikan bisa masuk ke dalam ingatan anak anda dan ketika bermain nantinya anak anda akan lebih berhati-hati.

    3. Jangan Menggunakan Kalimat Ancaman Kepada Anak Anda
    Salah satu ucapan yang tidak boleh anda ucapkan kepada anak anda selanjutnya adalah mengucapkan kalimat-kalimat ancaman kepada anak anda. Segala macam kalimat ancaman yang keluar dari mulut anda tentu saja sangatlah tidak baik terutama bagi tumbuh kembang anak anda secara mental maupun psikologinya. Namun, sekarang ini masih banyak sekali orang tua yang mengancam anaknya ketika mereka melakukan kesalahan, nakal, rewel, ataupun malas belajar. Salah satu ancaman yang umum dan sering diucapkan adalah “kalau adik tidak mau belajar, nanti mama tidak mau beliin mobil-mobil an baru” dan masih banyak lagi contoh-contoh kalimat ancaman yang terlontar dari orang tua ke anak. Namun, kalimat ancaman yang paling parah untuk diucapkan adalah ketika para orang tua mengancam bahwa mereka tidak akan sayang lagi kepada anaknya ketika anaknya melakukan kesalahan. Dampak buruk dari ancaman orangtua kepada anak nya tersebut bisa menyebabkan anak nya menjadi takut kepada anda dan pada akhirnya membuat hubungan kalian menjadi renggang. Atau bisa juga ketika dewasa anak anda cenderung menjadi pembangkang dan tidak mau menurut kepada anda. Jadi sebisa mungkin hindari untuk mengucapkan kalimat-kalimat ancaman kepada anak anda, jika anda ingin nantinya ketika sudah dewasa anak anda bisa bersikap dan berperilaku baik.

    4. Menjelaskan Hal-hal Dengan Baik
    Anak-anak memang memiliki rasa penasaran dan ingin tahu yang sangat besar, terutama ketika mereka masih dalam masa balita. Oleh karena itu, sebagai orang tua penting sekali bagi kalian untuk mengetahui sekaligus menghindari kalimat-kalimat yang dapat mengindikasikan bahwa anak anda masih kecil. Selain itu, anda juga harus menemukan cara agar anda bisa memberitahu mereka dengan cara yang benar dan mudah diterima oleh anak anda yang sebenarnya memang masih kecil. Selain itu, jika anda melarang anak anda melakukan sesuatu maka sebisa mungkin berikan lah penjelasan sesederhana dan sebaik mungkin tentang alasan mengapa anak anda tidak boleh melakukan hal tersebut.
    Tak jarang rasa ingin tahu yang besar membuat anak-anak seolah-olah ingin menjadi dewasa. Kalau sudah begini, rasa-rasanya anda akan lebih banyak melarang anak anda. Meskipun begitu, anda tidak boleh melakukan hal-hal seperti ini karena anda bisa saja membunuh rasa penasaran mereka padahal rasa penasaran dalam diri anak kita adalah hal yang baik. Penasaran artinya mereka peduli dengan apa saja yang terjadi di sekitar mereka. Bayangkan jika anak anda tidak punya rasa penasaran dan rasa peduli terhadap apapun disekitar mereka. Jika hal itu terjadi ketika dewasa anak anda cenderung akan menjadi anti sosial. Oleh sebab itu jika anak anda merasa dirinya dewasa, biarkan saja dan berusahalah untuk tetap berbicara atau menjelaskan kepada mereka dengan kalimat yang baik dan mudah dipahami oleh anak anda. Dengan membiarkan anak anda merasa lebih dewasa anda secara langsung juga sudah mengajarkan anak anda tentang rasa tanggung jawab.

    5. Jangan Meluapkan Rasa Kesal Kepada Anak
    Masalah bisa datang kapan saja, kepada siapa saja dan bisa dalam bentuk apa saja. Khususnya bagi orang-orang dewasa seperti para orang tua. Maslalah adalah salah satu hal yang suda biasa dan lumrah terjadi. Kadang-kadang ada masalah pekerjaan, masalah dengan keuangan, dan bahkan masalah dengan pasangan. Apapun masalah yang terjadi tak jarang para orang tua sampai kesal dibuatnya. Namun, hal yang perlu di garis bawahi disini adalah seberapa kesal pun anda jangan sampai membawa kekesalan tersebut kepada anak anda. Anda perlu mengingat bahwa tidak adil jika anda melampiaskan kekesalan yang sedang anda rasakan kepada anak anda karena mereka tidak salah dan tidak tahu menahu akan masalah anda. Selain itu, anda sebagai orang tua memegang peranan penting sebagai sosok panutan bagi mereka. Selain menjadi panutan anda juga bertugas sebagai teman ngobrol, teman berbagi, dan juga teman bermain bagi mereka. Bayangkan ketika anda punya masalah dengan pasangan anda yang mana membuat anda menjadi kesal. Pada saat itu juga anak anda meminta anda untuk menemani dia bermain, namun alih-alih menemaninnya bermain anda malah marah-marah karena rasa kesal anda terhadap suami anda. Jika sudah begitu kasihan anak anda, dia bisa menjadi sedih dan kecewa terhadap sikap anda. Dan yang lebih parah lagi hal tersebut dapat mengganggu tumbuh kembang anak anda.

    6. Jangan Pernah Mengatakan Anak Bodoh

    Salah satu ucapan dari orang tua yang dapat berdampak buruk bagi perkembangan psikologi anak selanjutnya adalah mengucapkan bahwa anak anda bodoh. Kata-kata ini tidak sepantasnya dilontarkan oleh orang tua kepada anak nya dengan alasan apapun. Mengatai anak bodoh tentu saja dapat melukai harga diri anak tersebut. Selain itu, kata-kata seperti itu juga dapat menurunkan rasa percaya diri sang anak, terlebih lagi kata-kata tersebut keluar dari mulut orang yang dia anggap sebagai sosok panutan dan idola. Bayangkan betapa sakit dan hancurnya hati anak ketika orang tua nya sendiri bisa berkata seperti itu kepada mereka. Lebih fatalnya lagi jika sang anak percaya terhadap kata-kata tersebut dan dia menjadi yakin bahwa dia memang bodoh dan tidak sepintar dan sebaik orang-orang yang ada di sekitarnya. Jadi, meskipun sedang bercanda tolong usahakan untuk tidak mengatai anak anda bodoh. Hal ini akan sangat berpengaruh terhadap pola pikir anak nantinya bahkan hingga nanti ketika sang anak dewasa.

    7. Jangan Sungkan Untuk Minta Maaf
    Foto:Etalase Bintaro 

    Pernahkah anda melakukan kesalahan terhadap anak and, namun anda enggan dan ragu untuk meminta maaf? Mulai sekarang anda perlu membiasakan diri untuk berani dan tidak sungkan meminta maaf kepada anak anda jika memang anda melakukan kesalahan. Hal tersebut dapat mengajarkan anak anda untuk tidak sungkan meminta maaf ketika melakukan kesalahan. Selain itu, dengan berani meminta maaf maka anda secara tidak langsung juga sudah mengajari anak anda untuk bertanggung jawab atas kesalahan-kesalahn yang telah dilakukan. Berani meminta maaf juga dapat memberi dampak positif bagi perkembangan psikologis anak bahkan hingga sang anak tumbuh dewasa nantinya. Selain itu, berani meminta maaf juga akan menjadi kebiasaan bagi sang anak, sehingga kelak ketika sudah besar sang anak akan tumbuh menjadi orang yang tidak takut untuk meminta maaf jika memang telah melakukan kesalahan.
    Nah, berikut diatas adalah beberapa ucapan yang tidak boleh anda ucapkan kepada anak anda karena bisa bwrdampak buruk bagi psikologis anak anda. Karena anda adalah sosok yang menjadi panutan bagi anak anda, maka anda harus menjaga perkataan anda kepada mereka. Terlebih lagi anak pada umumnya akan meniru orang tuanya, jika anda memperlakukan mereka dengan kasar atau melontarkan kata-kata yang kasar pada mereka, akan sangat mungkin bagi mereka juga mempunyai perilaku yang sama seperti anda ketika mereka dewasa.
    (*)  Disclaimer: Artikel ini telah tayang di prestasiglobal.id dengan judul "7 ucapan orangtua yang paling berdampak buruk"

  • You might also like

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar